Tidak aku sediakan setinggan beralas rentung
kalau mampu menghampar baldu dari angan
dan membina gerbang emas dari kerikil.
Tidak langsung aku sediakan kekabu keras
meneman mimpi,
jika termampu disarungkan sutera
dengan sejuta pelepah merpati dan kapas termahal
jadi teman baik, membuai malammu.
Tidak juga aku sediakan pinggan sumbing
mengalas nasi nan sesuap
lainkan boleh kutempa perak
digilap dan diisi dengan santapan bangsawan.
Tidak langsung terniat aku sediakan diri
dalam hina dan dina
kalau cinta ini termampu aku kuburkan,
dari melamarmu.
*apunpital*
suatuharidibulanOktober
kazamidori
Kenapa rasa sangat jiwang? ==!
setinggan cinta
Links to this post Labels: koleksi puisi cinta katak , perasaan , puisi
cuma
Aku ada hanya tiga ringgit
dalam dua saku robek
juga dalam dompet sopek.
Dalam kepuk almari kopak
bersalut kulat dan kayu rabak
aku cuma punya tiga helaian
pelikat lusuh, baju sepuh
seluar tak berbasuh.
Lain, di sana ada tiga kertas
akhbar balutan nasi lemak
cek palsu dari menteri
memo pemaju mahu roboh rumah
buat gelisah, sampai harini aku cuma
makan, tidur dan memandang dunia
menghisab nasib tiga anak ini.
apunpital
entahapekejadah
Links to this post Labels: bangsa , puisi
Hujan Musim Luruh
Tak banyak dapat dibicarakan
dalam lepas waktu gelap ini
dalam gigil kebil mata itu
dalam lepas tangan kita berdua
seperti hala hujan menitis pergi
juga seperti menjauh komulonimbus
dalam waktu tidak langsung pernah mahu
keberadaan ini rasa terlalu rungkap
untuk mengizinkan lebih lama lagi.
Hujan ini seakan merenjis sumpah
sampai tak mampu lama lagi berdiri
dalam kerumunan titis air
dan tak lagi untuk gigil tangan ini
mampu mengikatmu.
Mungkin memoir ini nanti bertakung
bersama hujan musim luruh
disejat mentari nanti jelang
dan bersemadi di langit cerah
namun, aku ini usang dan rapuh
melepaskan kau pergi,
mencemburui daunan kuning
jatuh dicumbu hujan
reput dipeluk bumi.
apunpital
hujan awal musim luruh
1:21 pagi
6 10 2009
kazamidori, saitama
Links to this post Labels: alam , koleksi puisi cinta katak , perasaan , puisi
terbuka
Harini bapak-bapak
kita takut pada zip seluar terbuka
takut terjulur burung terbang
langsung pekung di kangkang terbuka.
Selalu saja tangan mencapai cangkuk
takut terlondeh jatuh, luar sedar
tarik kuat sampai atas, patri rapi
baru lega berjalan di tempat terbuka.
Hari ini bapak-bapak
kita beli tali pinggang buatan Itali
dari kulit buaya paling asli
sebab mahu tahan perut membuak
kita juga belajar mengatur nafas
agar setiap hela lepas makan tengahari
tidak menolak lebih inci ke depan
jangan lekat butang kemeja terbuka
semua sekali cuma sebab kecil
bukan pangkat atau harta
bukan klien atau bini kedua
cuma culas bila orang mula mengata.
Maka, sekalipun kita tak pernah lupa
pastikan zip diangkat, butang terlekat
tali pinggang tersemat, gaya terhormat
nanti berjalanpun gaya tak kurang kerabat.
Tapi malang bapak-bapak
kita selalu buka zip, salah tempatnya
mencabut butang, salah waktunya
melondeh seluar, salah orangnya.
*puisi bapak-bapak*
apunpital
suatu hari nanti, Malaysia masih ada raja, itu pasti.
-07-09-
saitama, jepun
Links to this post Labels: bangsa , parental advisory , politik , puisi , selambe
aku penakut
Aku sekarang menjadi penakut
untuk memandang baki siang tadi
mentaliti terhalang, memori hilang.
Mungkin, sengaja.
Aku tadi berdiri dalam kemeja putih
tercalar hitam kopi, kau simbahkan
tapi basah tak lain cuma pipi itu.
Dalam riuh silang esak sedukau,
aku gaulkan memori indah dan gembira
dalam geram juga dendam
dalam pendam serta genggam garfu.
Jujur, tadi aku tidak pernah jadi berani
tapi waktu caci perisa maki kau serta lempar
malah lagi ditambah pedas fitnah,
pantas saja pedoman mengalir jatuh
dengan titis pekat kopi ;
langsung aku, si penakut sekarang ini
terus ribut, bergolak putar
terus lupa semua, pekak lagi buta,
dan bila saja sedar
sedang berdiri tegak dalam kemeja
bercalar kopi juga percik likat merah.
Langsung, sekarang menjadi penakut
untuk memandang lemah tangan kau
menahan muntah darah tempat berdiri garfu
dan lebih takut untuk mendengar
lemah suara berbunyi maaf dan cinta.
apunpital
07 - 09
saitama. jepun
Links to this post Labels: koleksi puisi cinta katak , parental advisory , puisi , selambe




