seruling patah

Seruling patah itu masih bergemersik sumpah
merasuk hati ini sampai kebutaan,
langsung apa lagi yang nampak?
Lain dari percik musikal sumbang
yang merenjis kuburan lama terbiar.

Sumbang itu masih mampu merenggut
sampai mengejut bangun mayat nama rindu
dalam lahad jiwa ; tempat aku tanam semua
surat nota dan memoir kita berdua.

Kenapa lagi tertiupkan seruling
yang patah pada jemari itu?
Waktu aku paling pergi.

Kenapa lagi kau mainkan?
Lagu lama yang pernah menghujani
kisah usang kita.
Waktu belum kau tusuk sejarah kita
dengan hujung seruling

sampai mati epik kita dua.

Kenapa semula kau bangunkan?

apunpital
1:30pagi
14-4-09
kazamidori,saitama,jepun

aku tuliskan dalam diam


Aku tuliskan dalam diam
tentang rahsia berdua
langsung aku simpan rapi
dalam balang kaca paling kebal
yang kita cipta

dalam lengkung kaca balang
masih tersisa penuh sakura
jatuh bertaburan tadi siang
salah satunya terikat rapi
antara lerai rambut hitam itu ;

dan aku tuliskan dalam diam
tentang senyum kecil
waktu sakura itu berhayun jatuh
langsung terkejar dek jemari halus
sebelum kau isi senang
dalam tutup balang ini.

Bukan langsung hari ini sejarah
mungkin hanya sekelopak lumrah.

Maka cuma termampu mampu ;
aku tuliskan dalam diam
pada belakang lembar foto berdua

tentang ikat jari kita.

Esok siang, siapa mampu janji
tak terputus, macam lepas
kelopak sakura.

*apunpital*
10 : 29 malam
3 april 2009
edited 4-4-09
kazamidori

*samada sebab mood sakura, atau .....*

Karya terpelihara