terbuka

Harini bapak-bapak
kita takut pada zip seluar terbuka
takut terjulur burung terbang
langsung pekung di kangkang terbuka.

Selalu saja tangan mencapai cangkuk
takut terlondeh jatuh, luar sedar
tarik kuat sampai atas, patri rapi
baru lega berjalan di tempat terbuka.

Hari ini bapak-bapak
kita beli tali pinggang buatan Itali
dari kulit buaya paling asli
sebab mahu tahan perut membuak

kita juga belajar mengatur nafas
agar setiap hela lepas makan tengahari
tidak menolak lebih inci ke depan
jangan lekat butang kemeja terbuka

semua sekali cuma sebab kecil
bukan pangkat atau harta
bukan klien atau bini kedua
cuma culas bila orang mula mengata.

Maka, sekalipun kita tak pernah lupa
pastikan zip diangkat, butang terlekat
tali pinggang tersemat, gaya terhormat
nanti berjalanpun gaya tak kurang kerabat.

Tapi malang bapak-bapak
kita selalu buka zip, salah tempatnya
mencabut butang, salah waktunya
melondeh seluar, salah orangnya.

*puisi bapak-bapak*
apunpital
suatu hari nanti, Malaysia masih ada raja, itu pasti.
-07-09-
saitama, jepun

aku penakut

Aku sekarang menjadi penakut
untuk memandang baki siang tadi
mentaliti terhalang, memori hilang.
Mungkin, sengaja.

Aku tadi berdiri dalam kemeja putih
tercalar hitam kopi, kau simbahkan
tapi basah tak lain cuma pipi itu.

Dalam riuh silang esak sedukau,
aku gaulkan memori indah dan gembira
dalam geram juga dendam
dalam pendam serta genggam garfu.

Jujur, tadi aku tidak pernah jadi berani
tapi waktu caci perisa maki kau serta lempar
malah lagi ditambah pedas fitnah,
pantas saja pedoman mengalir jatuh
dengan titis pekat kopi ;
langsung aku, si penakut sekarang ini

terus ribut, bergolak putar
terus lupa semua, pekak lagi buta,

dan bila saja sedar
sedang berdiri tegak dalam kemeja
bercalar kopi juga percik likat merah.

Langsung, sekarang menjadi penakut
untuk memandang lemah tangan kau
menahan muntah darah tempat berdiri garfu
dan lebih takut untuk mendengar
lemah suara berbunyi maaf dan cinta.

apunpital
07 - 09
saitama. jepun

Karya terpelihara