buih kecil


ada angin pada gelombang ini,
dekat jatuhnya aur-aur pada bibir,
terus pecah dalam retak buih kecil,

ada angin pada gelombang ini,
tegar menampar pasir yang terkaku,
sama letupnya dengan buih kecil,

aura aurnya, ada baur-baur kendur,
tanda surut pada larut-larut yang hanyut,

pantai, adakah berparut?
dek sisa yang terbisa?
kalaulah sepi bagai buih kecil,
biarkan pecah atas pasir sepih.

kepala kelapa


ada sumpah yang tertadah,
ada saka yang termadah,
ada carut yang terludah,

langsung-langsung tiada terngadah,

kepala kelapa,
terhantuk tak berdarah,

lidah bergula,
tergigit tak berdarah,

pesta


Semalaman menunggu nafasmu,
Menderu dalam liang lelah,
_______Mengisi celah tulang retak,

Tak datang,
____belum kembali,

Nafasmu sehela tak terasa,
_______Kilasmu semalaman tak teraba,
Darahku hilang merahnya,
___________Rambutku jelang putihnya,

___Tanpamu,
Semalaman berpEsTa,
________________Sambut kematian,

__Jauh pedalaman jiwa.~

mampus!



Jangan pernah merayu,
Akan aku bakar sampai tinggal debu,
Akan ku bakar sampai sehitam baru,
Dan tulang-belulang yang jadi isi mu,
Bakal jadi nisan pacak atas hangus mu,

Pergilah mampus,
Tak akan ada sedih melihat kau pupus,
Tak akan ada pedih melihat kau hangus,

Jangan sekali merayu,
Dengan rakus aku akan ragut,
Nyawamu yang tinggal seciput,
Menghapus roh mu yang perit mengumbut,

Pergilah mampus,


versi kasar :: nak tukar versi lembut, tukar jer "pergilah mampus" kepada "pergilah hapus"
:: percubaan menulis angin baru ~~ lala~

ruang


beri aku ruang pada sempit ini,

beri aku luang pada sedikit ini,

nanti mampu terbang jauh dari sakit ini.

(tekan pada gambar untuk lebih jelas, maybe bleh wat background dekstop hahaha)

kita?

______kalau hari ini bukan untuk kita~~

________________maka,
____________________________semalamnya untuk siapa?

you can


you can go if u want to

but dont ever turn back to me

you can fly if u have to

but dont ever fall down to here again

kelmarin (ditulis bersama layla~)


Kelmarin,
Ada ribu-ribu kuning,
Juga biru-biru dinding,

Yang berjalan-berjalanlah,
Yang bertahan-bertahanlah,

Provokasi dimanipulasi,
Demokrasi diderai,

Empat dari sepuluh,
Menapak dalam peluh,
Berpaut konon utuh,
Sekali kena rempuh,
Habis semua luruh,

Mari beramai terus mencaci,

mari naikkan nama suci,
mari bersama kena cuci,

kelmarin,

yang tegap jadi lumpuh,
hidung meninggi angkuh,
lubang hidung melepuh,

pak mat, ah chong dan minaci,
jangan lagi jadi balaci,
mari korek semua dalam laci,
biar semua kita hilangkan kunci,
agar nanti tiada lagi benci,

mari naikkan bara api,

biar panas rasa sampai ke pipi,
debu yang terbakar kita sepak ke tepi,
agar semua tersusun kembali rapi.

~zinggof n layla handmade~
~puisi duet pertama~

semalam yang terbakar


Semalam yang terbakar,
Penuh gumpal-gumpal asap pada lelangit gelap,
Menutup ruang untung bintang,
Mengatup ruang untuk bulan,

Angin yang menderu,
Bahang yang mendera,

Kadar bayu sedang selimut lecur,
Lerai kulit jadi helai-helai hancur,
Keliling lebur,
Api bertabur,
Mata kabur,

Semalam yang terbakar,
Masihkah? Selamatkah?

insomnia


Semalaman tanpa lelap,
Anak mata yang lelah,
Warna putih sedang kemerahan,
Bisa pada kepala, enak meratah,
Mimpi-mimpi mula meratap,
Tiada resah,
Tiada gundah,
Insomnia malam ini,
Esoknya pasti luluh

Karya terpelihara