Mungkin sampai besok saja
sisa sawah yang kontang bakal aku bajak
dengan lembu tua yang kau pegang.
kemudian aku semaikan biji benih memori
moga subur, dan tegap tinggi
sampai satu waktu berbuah
bakal aku siapkan sebekas
untuk kau,
moga kemudian, jadi subur
dan tegap tinggi dalam lilit ingatan.
atau, entah, mungkin saja akan mati
entah tak mampu berdiri lama
entah kelak ditabrak mesin baru,
dan hilang.
Maka biar aku sendiri nanti ada waktu
membisikkan ke telinga itu
dan kau sendiri menulisnya
ke dalam lembar-lembar ingatan
yang lusuh dan dijamah lupa,
tentang pertemuan dalam petak
penuh lumpur, kubang lembu dan parit tua,
tentang kita yang pernah sama
meraih hujan dari telapak doa
dan menjamah haruan dari bendang tua.
Kerna, mungkinsampai besok saja, aku tersisa
untuk terakhir melihat engkau melilit tali
pada kelikir,
dan hari ini, dengarkan,
Semacam itulah aku tertambat
antara kamu dan waktu.
dan mungkin lusa, aku bakal pergi
sebelum sempat dilampai liuk lentok
hijau dan kuning padi,
juga sebelum engkau dikejut beduk subuh.
apunpital
5:39pm
6/7/10
melaka-pokok mangga
mungkin sampai besok
Labels: alam , koleksi puisi cinta katak , perasaan , puisi
setinggan cinta
Tidak aku sediakan setinggan beralas rentung
kalau mampu menghampar baldu dari angan
dan membina gerbang emas dari kerikil.
Tidak langsung aku sediakan kekabu keras
meneman mimpi,
jika termampu disarungkan sutera
dengan sejuta pelepah merpati dan kapas termahal
jadi teman baik, membuai malammu.
Tidak juga aku sediakan pinggan sumbing
mengalas nasi nan sesuap
lainkan boleh kutempa perak
digilap dan diisi dengan santapan bangsawan.
Tidak langsung terniat aku sediakan diri
dalam hina dan dina
kalau cinta ini termampu aku kuburkan,
dari melamarmu.
*apunpital*
suatuharidibulanOktober
kazamidori
Kenapa rasa sangat jiwang? ==!
Labels: koleksi puisi cinta katak , perasaan , puisi
Hujan Musim Luruh
Tak banyak dapat dibicarakan
dalam lepas waktu gelap ini
dalam gigil kebil mata itu
dalam lepas tangan kita berdua
seperti hala hujan menitis pergi
juga seperti menjauh komulonimbus
dalam waktu tidak langsung pernah mahu
keberadaan ini rasa terlalu rungkap
untuk mengizinkan lebih lama lagi.
Hujan ini seakan merenjis sumpah
sampai tak mampu lama lagi berdiri
dalam kerumunan titis air
dan tak lagi untuk gigil tangan ini
mampu mengikatmu.
Mungkin memoir ini nanti bertakung
bersama hujan musim luruh
disejat mentari nanti jelang
dan bersemadi di langit cerah
namun, aku ini usang dan rapuh
melepaskan kau pergi,
mencemburui daunan kuning
jatuh dicumbu hujan
reput dipeluk bumi.
apunpital
hujan awal musim luruh
1:21 pagi
6 10 2009
kazamidori, saitama
Labels: alam , koleksi puisi cinta katak , perasaan , puisi
aku penakut
Aku sekarang menjadi penakut
untuk memandang baki siang tadi
mentaliti terhalang, memori hilang.
Mungkin, sengaja.
Aku tadi berdiri dalam kemeja putih
tercalar hitam kopi, kau simbahkan
tapi basah tak lain cuma pipi itu.
Dalam riuh silang esak sedukau,
aku gaulkan memori indah dan gembira
dalam geram juga dendam
dalam pendam serta genggam garfu.
Jujur, tadi aku tidak pernah jadi berani
tapi waktu caci perisa maki kau serta lempar
malah lagi ditambah pedas fitnah,
pantas saja pedoman mengalir jatuh
dengan titis pekat kopi ;
langsung aku, si penakut sekarang ini
terus ribut, bergolak putar
terus lupa semua, pekak lagi buta,
dan bila saja sedar
sedang berdiri tegak dalam kemeja
bercalar kopi juga percik likat merah.
Langsung, sekarang menjadi penakut
untuk memandang lemah tangan kau
menahan muntah darah tempat berdiri garfu
dan lebih takut untuk mendengar
lemah suara berbunyi maaf dan cinta.
apunpital
07 - 09
saitama. jepun
Labels: koleksi puisi cinta katak , parental advisory , puisi , selambe
seruling patah
Seruling patah itu masih bergemersik sumpah
merasuk hati ini sampai kebutaan,
langsung apa lagi yang nampak?
Lain dari percik musikal sumbang
yang merenjis kuburan lama terbiar.
Sumbang itu masih mampu merenggut
sampai mengejut bangun mayat nama rindu
dalam lahad jiwa ; tempat aku tanam semua
surat nota dan memoir kita berdua.
Kenapa lagi tertiupkan seruling
yang patah pada jemari itu?
Waktu aku paling pergi.
Kenapa lagi kau mainkan?
Lagu lama yang pernah menghujani
kisah usang kita.
Waktu belum kau tusuk sejarah kita
dengan hujung seruling
sampai mati epik kita dua.
Kenapa semula kau bangunkan?
apunpital
1:30pagi
14-4-09
kazamidori,saitama,jepun
Labels: koleksi puisi cinta katak , puisi
aku tuliskan dalam diam
Aku tuliskan dalam diam
tentang rahsia berdua
langsung aku simpan rapi
dalam balang kaca paling kebal
yang kita cipta
dalam lengkung kaca balang
masih tersisa penuh sakura
jatuh bertaburan tadi siang
salah satunya terikat rapi
antara lerai rambut hitam itu ;
dan aku tuliskan dalam diam
tentang senyum kecil
waktu sakura itu berhayun jatuh
langsung terkejar dek jemari halus
sebelum kau isi senang
dalam tutup balang ini.
Bukan langsung hari ini sejarah
mungkin hanya sekelopak lumrah.
Maka cuma termampu mampu ;
aku tuliskan dalam diam
pada belakang lembar foto berdua
tentang ikat jari kita.
Esok siang, siapa mampu janji
tak terputus, macam lepas
kelopak sakura.
*apunpital*
10 : 29 malam
3 april 2009
edited 4-4-09
kazamidori
*samada sebab mood sakura, atau .....*
Labels: koleksi puisi cinta katak , perasaan , puisi
Hujan
Sebentar kita biarkan bunyi mendiam
menunggu hujan bertatih perlahan
mengira jejak lemahnya pada tanah
berderai, langsung jadi air yang lepas.
Sebentar kita diam, dalam
menunggu payung tua ini kembang
menyandar kakinya dengan lemah
pada tangan kita yang gigil tergenggam.
Entah langkah hujan yang keberapa
payung ini mengembang semacam bunga,
senang menyambut jatuhnya air.
Membiarkan kita kehujanan dalam cinta.
2-3-09
*5:07am*
apunpital
kazamidori
Labels: koleksi puisi cinta katak , perasaan , puisi
Coklat
COKLAT
Aku tiada coklat di tangan
tiada di poket, di kamar ataupun laci.
Tiada coklat yang kau mahu.
Aku bilang tiada,
walau tahu bakal menabrak
sekaligus semua sembilan nafsu
yang selalu dikongsi dengan aku.
Aku tahu ada marah pada taipan.
dari lewat balasan mesej,
aku kenal itu kecewa.
Tapi, memang benar
kali ini tiada coklat dalam tangan
atau di laci tempat aku sembunyi
kamera digital baru harga beribu.
Tuduhlah sayang makin kurang.
Entah.
Makilah aku dungu cinta.
Entah.
Entah. Entah. Entah.
“mesej kosong”
-safwan apun has signed out. (7/2/2009 9:48 AM)-
Sekali dalam empat tahun
semua duit aku jadi kamera.
Kau kata aku gila.
“tapi aku tetap cintakan kau”
-you are currently appear offline to *******,
are you sure want to send this message?
Enter or Cancel -
Cancel
*apunpital*
7-2-09
9:58 am
saitama-jepun
*ini bukan kisah benar, cuma hampir benar*
Labels: koleksi puisi cinta katak , selambe
magnetasi
Aku tidak mahu lagi kaku
senyap dalam lingkaran fluks
yang membaham setiap petah bicara,
dan terus menjadi mangsa
kerosakan gerakan ion
hati ini tidak tersadur
logam feromagnet ; senang terpesong
pada magnet bicara lenggok liuk
pada gelung solenoid yang kau lilit
dengan segala jenis syahwat
aku mual melayan karenah aruhan nafsu
juga kemahuan buntu kamu
malah intipati rasa, intimasi negativiti
langsung membunuh
perolakan kutub minda ini
mengaruh sejarah paling hitam
paling tidak siuman
paling tidak senang
dengarlah manusia magnet hitam,
aku bernama egois ini lahir dari timur
senang memandang arah bukan utara
yang mencarik
tarikan dan godaan magnetasi kamu
kutub kita bukan arah satu
dayaku, lebih dari elektrostatikmu
padamkan saja fitnah
yang kau simpan dalam setiap
gelojak subtans nafsu
atau cari mangsa baru yang lebih
diamagentik, mampu terapung dengan
pujuk rayu superkonduktor kamu.
apunpital
16-12-08
kazamidori
langit kita bukan sama biru
syurga kita bukan sama pintu
*bahasa saintifik yang digunakan, saya harap silalah search ye, kalau nak tau
*solenoid adalah benda yang bergelung2 dalam gambar tu
*kalau tak faham istilah sila klik. Dah direct link ke wiki. English ya!
enam puluh saat
pinjamkan enam puluh saat lengan itu
untuk aku patahkan duri pada telapak
menyejukkan lelas kulit
dan buat kau tersipu senang,
leburkan benci yang kau simpan,
dekat hujung ruas jemari ini
genggam, semacam kerasnya ragu
yang menjadi dinding antara empat mata
lepaskan segalanya dalam derai
air mata,
dan duka ini,
tamatkan dalam enam puluh saat.
11:30 am
11-12-08
kazamidori
Labels: koleksi puisi cinta katak , puisi
selainnya
Selain kamu siapa mahu?
Duduk lama di sini
berteman cumbu angin dingin
berbual tentang kesal dan harapan
buat aku sendiri senyum dan tegar.
Selain kamu siapa ada?
Menggelitik senang, waktu hujan renyai.
mengisi lelah dengan ceritera tiada gundah
melerai kelupaan pada pundak
sampai aku rasa lepas.
Selain kamu siapa lagi?
Menumpang sepunggung pada kerusi masa
sekali berdodoi lagu lelap
pada waktu mimpi lena
dan masa ini, kita berdua.
Selain kamu, ketiadaan
siapa lagi yang ada?
*apunpital
kazamidori
syawal-2008
Labels: koleksi puisi cinta katak , puisi
stesen
Dalam stesen lama yang penuh debu
masih terlihat pegang tanganmu, terlepas
mana lebih jauh dari satu gerabak
yang kita sama pernah berdua.
Kamu, yang datang dalam subuh hujan rintik
meminta enjin sebentar berhenti di sini
untuk sekeping gambar waktu mentari memanjat,
masakan waktu gelincir terang
meminta untuk berlalu dahulu?
Pada esak sedang berjalan dari jendela kaca
pada sedu yang sedang menangisi waktu yang tenggelam
terlihatkah kamu?
Tentang sekeping filem hitam
di mana kita beradu memoir tadi siang.
Atau telah hanyut jauh dengan asap hitam pada serombong gelap
tadi ?
Terdengarkah? Bunyi gerak getar besi dan kerusi saat kamu
lafazkan kata paling agung waktu itu?
atau memoir itu sama pergi jauh,
dengan bunyi gesel rel karat.
Labels: koleksi puisi cinta katak , puisi
?
ketika aku pejam dan segalanya penuh luka dan gerigi
bakalkah kau datang dan bawa aku keluar dari kalut ini?
Saat aku tenggelam dan segala nafas telah pergi,
mungkinkah kau tiba dan dakapku ke permukaan kembali ?
Labels: ayat , koleksi puisi cinta katak
klise
Kisah cinta kita adalah lagu yang selalu ada pada corong radio
malah kedengaran seakan mahligai itu masih utuh
dan kita, sibuk menari di dalamnya dengan iringan lagu paling lunak
setiap langkah bertaut atas lantai istana dari seramik parsi.
Kasut kaca own-made pada kaki mulusmu sekalipun tak
tercapai gaun baldu china yang melepasi tumit tinggi sadur emas.
Indahnya, sampai terlupa kita hanya berdua sedang berpaut
bila jam itu tegak ke atas, tangan kita makin gigil
waktu itu, bila bibir kita mahu berpaut dengan rona cinta
kau lari pergi jauh.
Jam 12, mimpi klise paling tak aku pernah mahu.
apunpital
5:33- 21 julai 2008
kazamidori
Labels: koleksi puisi cinta katak , puisi
malam
Malam telah datang
dengan angin menjilat kasar
tanah kontang,
pasir sama pergi jauh
tinggal kosong batu
dan kaku.
Kitakan pernah menyulam daun ini
jadi tangga untuk ke atas
mahu memetik pucuk jadi ubat
pada luka ini.
Pepatung pada sipi tangga ini
sekali terbang hinggap dan membawa
kita ke langit
meninggalkan pokok dan pucuk
tangga daun pun sama roboh.
Kadang lupa
masih luka berdarah
masih tanah kering.
Malam ini datang
pepatung langsung lepas
mengejar pasir terbang
dan kita jatuh
pulang ke tanah kontang.
Luka lagi.
apunpital
10:09pm
13 Julai 2008
kazamidori grand height
~
Labels: koleksi puisi cinta katak , puisi
antara luka
dengan serpih luka pada hujung telunjuk
tangan itu yang mengelap lembut
laksana sutera selaput atas cerai kulit
terlihatkah waktu angin itu menyeringai
melihat pipi ini merah, persis warna darah
dekat jari ini, yang ada jasad
yang ada jasad
yang ada jasad
yang aku mahu
selalu dan pasti.
selalu.
petang 12 Jun 2008
Labels: koleksi puisi cinta katak




