Tak banyak dapat dibicarakan
dalam lepas waktu gelap ini
dalam gigil kebil mata itu
dalam lepas tangan kita berdua
seperti hala hujan menitis pergi
juga seperti menjauh komulonimbus
dalam waktu tidak langsung pernah mahu
keberadaan ini rasa terlalu rungkap
untuk mengizinkan lebih lama lagi.
Hujan ini seakan merenjis sumpah
sampai tak mampu lama lagi berdiri
dalam kerumunan titis air
dan tak lagi untuk gigil tangan ini
mampu mengikatmu.
Mungkin memoir ini nanti bertakung
bersama hujan musim luruh
disejat mentari nanti jelang
dan bersemadi di langit cerah
namun, aku ini usang dan rapuh
melepaskan kau pergi,
mencemburui daunan kuning
jatuh dicumbu hujan
reput dipeluk bumi.
apunpital
hujan awal musim luruh
1:21 pagi
6 10 2009
kazamidori, saitama
Hujan Musim Luruh
Posted by
aPuN
October 6, 2009
Labels: alam , koleksi puisi cinta katak , perasaan , puisi





2 comments:
yey apun ade puisi baru..paling suka rangkap last..tapi cam sedey je..sob2..
Post a Comment