Kalaulah ada doa yang paling makbul,
Aku pohon kembali ke jasad asalan,
Kalaulah ada impian paling unggul,
Aku pohon pulang ke jiwa tinggalan,
Menjejak hari-hari paling tumpul,
Mencari jejak-jejak susur karutan.
Penat untuk menari atas pentas dungu,
Berat untuk menari dalam pakaian palsu,
Kesat untuk menari dengan aku yang tipu,
Berapa harga untuk kembali?
Berapa juga harga untuk miliki?
Berapa denda untuk kesali?
Berapa dosa untuk sejauh sesat ini?
Ya Allah,
Izinkanlah sekali untuk pulang ke jalan itu,
Benarkanlah sedikit untuk padam parut ini,
Bukakanlah seselit untuk lolos ke pintu itu,
Kalaulah ada doa paling makbul,
Ada impian paling unggul,
pinta aku dikembalikan, semula





