mana ubatnya

titis darah dari hujung mata,
lukanya tak seperti ada,
darahnya tak seperti merah
panas alir ke pangkal jiwa,

lukanya terubatkah?
nafas ini esaknya hilang
dendam ini elokkah?
jiwa ini nyawanya terbang

mana bintang pada siang hari,
mana bulan pada subuh sunyi,
mana nur pada malam sepi,
mana engkau pada saat ini,

nyata ini bagai tiada punca,
Pendam dendam pada nafas keras,
rendam geram pada kesah resah,
genggam kelam pada sedu kaku,

suram balam pada hatiku,
makin padam dek darah gila,
mana engkau pada saat ini?
mana ubat pada luka ini?




0 comments:

Karya terpelihara