aku penakut

Aku sekarang menjadi penakut
untuk memandang baki siang tadi
mentaliti terhalang, memori hilang.
Mungkin, sengaja.

Aku tadi berdiri dalam kemeja putih
tercalar hitam kopi, kau simbahkan
tapi basah tak lain cuma pipi itu.

Dalam riuh silang esak sedukau,
aku gaulkan memori indah dan gembira
dalam geram juga dendam
dalam pendam serta genggam garfu.

Jujur, tadi aku tidak pernah jadi berani
tapi waktu caci perisa maki kau serta lempar
malah lagi ditambah pedas fitnah,
pantas saja pedoman mengalir jatuh
dengan titis pekat kopi ;
langsung aku, si penakut sekarang ini

terus ribut, bergolak putar
terus lupa semua, pekak lagi buta,

dan bila saja sedar
sedang berdiri tegak dalam kemeja
bercalar kopi juga percik likat merah.

Langsung, sekarang menjadi penakut
untuk memandang lemah tangan kau
menahan muntah darah tempat berdiri garfu
dan lebih takut untuk mendengar
lemah suara berbunyi maaf dan cinta.

apunpital
07 - 09
saitama. jepun

Karya terpelihara