Mungkin sampai besok saja
sisa sawah yang kontang bakal aku bajak
dengan lembu tua yang kau pegang.
kemudian aku semaikan biji benih memori
moga subur, dan tegap tinggi
sampai satu waktu berbuah
bakal aku siapkan sebekas
untuk kau,
moga kemudian, jadi subur
dan tegap tinggi dalam lilit ingatan.
atau, entah, mungkin saja akan mati
entah tak mampu berdiri lama
entah kelak ditabrak mesin baru,
dan hilang.
Maka biar aku sendiri nanti ada waktu
membisikkan ke telinga itu
dan kau sendiri menulisnya
ke dalam lembar-lembar ingatan
yang lusuh dan dijamah lupa,
tentang pertemuan dalam petak
penuh lumpur, kubang lembu dan parit tua,
tentang kita yang pernah sama
meraih hujan dari telapak doa
dan menjamah haruan dari bendang tua.
Kerna, mungkinsampai besok saja, aku tersisa
untuk terakhir melihat engkau melilit tali
pada kelikir,
dan hari ini, dengarkan,
Semacam itulah aku tertambat
antara kamu dan waktu.
dan mungkin lusa, aku bakal pergi
sebelum sempat dilampai liuk lentok
hijau dan kuning padi,
juga sebelum engkau dikejut beduk subuh.
apunpital
5:39pm
6/7/10
melaka-pokok mangga
mungkin sampai besok
Posted by
apunpital
July 6, 2010
Labels: alam , koleksi puisi cinta katak , perasaan , puisi





1 comments:
tamo sedih-sedih ^_^
tapi aku suka puisi ni walaupun sedih,hehehe (:
Post a Comment