Siapa bapakku?

Dari kecil sampai besar, orang selalu bicara
siapa bapaknya? Berapa besar bapaknya?
Selalu bermegah ada empat ibunya
mendengar kata dan berkereta luar negara.

Mereka bercerita semacam dunia milik bapaknya
seperti ombak mengalun sampan
melambung bapaknya diangkat-angkat
sampai aku naik mabuk.
Tiba-tiba mereka bertanya,
"Siapa bapakkau?"

Mataku kuyu jadi kaku, otakku tepu jadi beku
Siapa bapak aku?

Bapakku bukan superstar, bukan imam besar
bukan Dato' Seri dan bukan jemaah menteri,
bukan pengarah syarikat, bukan tokey ubat

Bapakku tak tinggi dan kurang kacak
ibuku cuma satu, dan itulah tempat dia mengadu,
ada diploma dan kerja sederhana
sekadar yang ada dibawa haji dan umrah.

Bapakku bukan ahli politik, bukan pakar mantik
tapi otaknya licik, anak empat dibesarkan baik.
Bapakku tak kamceng dengan anaknya
disuruh mengaji, dirotan sampai reti
Alhamdulillah, khatam sudah berkali-kali.

Kereta besar bapakku cuma waja,
itulah yang bawa kami merata
melawat kami semua di asrama
sejam berjumpa, empat jam pergi balik
mengeluh sekali tak dikata.

Bapakku bukanlah sangat mulia
ada juga salah silap di sini sana
tapi semua masalah empat anaknya
pantang didengar segera bersedia.

Bapakku tak segah bapakkau
walaupun bapakku bukan superstar
tapi terima kasih Tuhan, sebab dia bapakku.

apunpital
haribapayanglewat
29/6/10
melaka-pokok mangga

0 comments:

Karya terpelihara