Kalau benar dunia ini pentas
kaki ini lebih senang menjadi penonton
melingkar pada peha dan sekali-sekala
sibuk menghentak lantai kegilaan.
Senang mengikut lagu, yang sepatutnya
menyelimut ruang kosong pada tangsi.
Menarilah, aku suka lagi menjadi lukisan rumput
bila waktunya kuning maka kuninglah.
Tali ini bilakan mahu putus? ; Melepaskan aku pergi
dari beban skripsi dan literasi bohong.
Bukan kaki si penonton, atau lukisan rumput
aku tetap si pinokio kayu kalut dan berhayun.
Kenallah, Pinokio si boneka serba ribut
pelakun atas pentas serba kecil ; muka serba mungil,
dan malam ini aku akan minta bidadari
datang tukarkan nyawa ini dengan jantung
maka esok akanku tahu, rasanya tanpa tali.
pinokio
Posted by
apunpital
July 28, 2008





0 comments:
Post a Comment