mana ubatnya

titis darah dari hujung mata,
lukanya tak seperti ada,
darahnya tak seperti merah
panas alir ke pangkal jiwa,

lukanya terubatkah?
nafas ini esaknya hilang
dendam ini elokkah?
jiwa ini nyawanya terbang

mana bintang pada siang hari,
mana bulan pada subuh sunyi,
mana nur pada malam sepi,
mana engkau pada saat ini,

nyata ini bagai tiada punca,
Pendam dendam pada nafas keras,
rendam geram pada kesah resah,
genggam kelam pada sedu kaku,

suram balam pada hatiku,
makin padam dek darah gila,
mana engkau pada saat ini?
mana ubat pada luka ini?




bisa kau berlari?

Bisa kau berlari lagi?
sedang pada hujung kaki,
bertatah arang berbara,
meratah telapak kecutmu,

bisa kau berlari lagi?,
sedang serpih yang dipijak,
menari tiap ganjak,
mengguris daging lembutmu,

bisa kau berlari lagi?
sejauh mana lagi mahu mu,
menapak riasan api,
mengorak hirisan duri,

bisa kau berlari lagi?
hujung dekat jalan ini,
ada lembut pada jejak,
ada sahut lagu belas,
ada sangkut ibu emas,

ada Dia menunggumu,
melihat, dan menanti,
sejauh mana bisa kau berlari.

kawan [bebelan]

memerlukan rakan,
yang mampu mendengar,
dan sanggup memberi tangan,
saat jauh...tika jatuh...

frenz,
is to be hold,
and to be support,

kawan,
mampu memberi,
dan menanggung,
rasa sayang,

friend is "loving but not couple",

sahabat,
adalah orang yang ada di sisi,
saat sepi dan happy,

sahabat,
tak kan mati,
walau bertikam lidah,
sampai mencengkam jiwa,

rindu saat hilang,
sayang saat terang

kapan masih

mampir aku mati,
kapan lagu itu terdayu,
ada dendang kelu kelabu,
ada dondang haru celaru,

tika masih,
terkedek dekat titi kedidi,
ada retak pecah merubah,
ada celah selak merebak,

tika masih,
terkedek dekat celah keladi,
ada riak derai merenang,
ada alun pecah membias,

kapan lagu itu terdayu,
tenggelam terus bawah angin layu,
terceruk jerlus dalam air sayu,
mampir aku mati,

bebal

ada sisa-sisa terbaki,
pada ludah yang tersangkut,
ada bisa-bisa tercaci,
pada resah yang terangkut,

bisakah tenggelamkan kekalutan,
pada basah peluh keributan,
bilakan tenggelam kekarutan,
sedang helah puluh serabutan,

siapkan kata sial,
bangatkan kata bangsat,
lancarkan kata lancau,

sedang bangsa kamu masih terkial-kial,
menari-nari di tepi kapal,
menarik-narik di hujung bebal,

bisakan tenggelam,
biarkan tenggelam.

Karya terpelihara