BANGUN!

Harap, jiwa itu tahu
rindu yang kita garap
bukan untuk tontonan mata sang beliung
atau sekadar picisan di kaki enam
atau sekadar duduk di dimensi yang hilang
bukan sekadar dimamah hati yang pilu
tapi untuk digusari.

Kerana kita rindukan kalimah itu ada di atas
bukan mereka terus menindas

harap mereka sedar
yang doa kita bukan tidak dimakbulkan
tapi sedang dikumpulkan

saat,
suatu masa telah cukup,
langit dan bumi terus memendam rasa
biarkan, biarkan,
yahudi dan nasrani itu,
peroleh hidayah atau memeluk padah,
atas bumi Allah.

LAILAHAILLAH

Mereka belum puas,
selagi mereka tidak dicantas

Bangun
jangan tidur dalam bumi yang diperhati.
jangan tidur dalam mimpi yang sepi.



puisi ni ditulis dekat comment page friendster pada 8/9/2006
puisi saguhati sayembara puisi islam GKLN

0 comments:

Karya terpelihara