Bidadari
dari jauh bawa resap kasturi
membuang gelap lorong akhir nafas
dalam rencah kelam, tenggelam
mimpi sanggama ini jadi pintu.
Ketap roh ini dengan selubung putih
biar kasturi bercumbu recik peluh
sampai majnun jadi sifat tiap lelap
langsung lena dengan ketidak-pasti.
Sayang
terus lagi bercanda di sana
dalam mahligai berdinding ratib
bertanah solat, berpohon selawat
dari dunia, Tuhanku sampaikan.
Kala nanti
telapak meratus atas lembah api
gigil menatih rambut tujuh belah
kirimkan tandu salam, sebaris
lengah ini, terkekang dek dosa.
Sarunglah tujuh telekung sutera
nanti jadi alas semayam ; pasti,
dari kerling mu, belum menipu pernah
pada rekah bibir, izinkan aku ya Allah.
Bidadari
genggam aku dalam seru longlai
dakap aku dalam mawar bibirmu
senyummu milikku, bidadari,
dan senyumku, milik TUHAN.
sila komen
bidadari di kapasitor
bidadari di GKLN





0 comments:
Post a Comment