tenggelam

Kita yang terjatuh
salam serat ketidak-tahuan
menenun sebarang kait
harap jadi setebar jala.

Dekat laut inilah
dengan alun lincah ombak
kita masih dungu langsung
jadi penunggu pada ketiadaan.

tangan ini yang menebar terus

tanpa tahu rajuknya laut
tanpa kenal ajuknya ikan
terus menunggu apapun sangkut.

Mengharap ikan bakal terbang

kurangnya seekor dua udang,
kalaupun sangkut butir permata
terus dipulangkan air semula.

Kita inilah yang enggan
menyelam lebih dalam, takut tenggelam
menelan lebih garam, takut lemas.
Langsung tertunggu dungu disini.

Tak pernah mahu belajar lagi

tentang ombak dan pantainya
kalaupun hari ini ada bah bertamu,
kita mampu hanya diam pasrah.

Kerna kita takut berenang jauh,
takut sesat dalam kerabutan
sedang lama sudah kita tenggelam
dalam derai ketidak-mahu-tahu-an.

apun
saitama
minggu tengah Mei 2008


komen
tenggelam di kapasitor


0 comments:

Karya terpelihara