Menunggu dari kekisi tingkap
dalam malam kelam langit hitam
terobos hutan kelam, semak balam
mencari tentang intuisi kekasih
hilang, pada lampau jauhnya masa
terpisah jauhnya resah.
Menunggu dari kayu tua jendela
bawah cahaya retak purnama
hilang, mana cinta nan satu
merentas laut dan benua
biarkan nafas terhela sendiri
aku telah menjadi tua
lama menunggu dekat jeriji
dulunya keras dengan janji
mungkin sekarang sudah cair
dimamah anai-anai dan kelkatu
yang meneman waktu lepas
dengan beban dan uban ini
masih mengharap kepulangan
dari rumah tempang
nan aku lahirkan engkau.
Apunpital
13-12-08
kazamidori
jendela
Posted by
aPuN
December 13, 2008
Labels: puisi





0 comments:
Post a Comment